√ 7 Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat

Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat – Selamat datang di website bangayas.com, sebelumnya terima kasih sudah mau mampir kesini

Sulawesi Barat yang biasa disingkat Sulbar merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Sulawesi.

Provinsi Sulawesi Barat merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Awalnya pulau Sulawesi terdapat 3 Provinsi, yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Utara.

Tetapi, pada tahun 1963 Pemekaran Provinsi di pulau Sulawesi oleh pemerintah pusat adalah pembentukan Provinsi Sulawesi Tenggara. Usulan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat tidak disetujui oleh Pemerintah Pusat.

Perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat kembali menemukan momentumnya pada tahun 1999 pasca gerakan reformasi.

Perjuangan panjang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat akhirnya terwujud melalui upaya massif rakyat Mandar dengan didukung oleh Anggota DPR RI melalui usulan Hak Inisiatif Anggota DPR RI tentang Undang-Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru.

Tanggal 5 Oktober 2004 Provinsi Sulawesi Barat Resmi terbentuk berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004.

Ibu kota Provinsi Sulawesi Barat terletak di kecamatan Mamuju, kabupaten Mamuju.

Dengan luas wilayah 16.796,19 km², Sulawesi Barat terdiri dari berbagai suku bangsa seperti: Suku Mandar (49,15%), Toraja (13,95%), Bugis (0,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan suku lainnya (19,15%).

1. Sattung

alat musik sulawesi barat

 

Yang pertama ialah Sattung, Sattung adalah alat musik petik yang terbuat dari bambu kering. Istilah sattung sendiri berasal dari kata kalipattung yang memiliki arti “katak yang berbunyi sehabis hujan turun di malam hari”.

Alat musik sattung ini digunakan sebagai penghibur hati ketika sedang dalam keadaan senggang.

Tetapi kemudian berkembang menjadi alat hiburan saat pelaksanaan upacara pelantikan raja. sampai saat ini tidak lagi difungsikan seperti semula melainkan hanya sebagai pelengkap pertunjukan.

Sattung terbuat dari ruas bambu kering, semakin panjang ruasnya maka semakin bagus kualitasnya.

Proses pembuatan Sattung dengan cara memotong bambu sesuai dengan ruas, tulang akan tetap melekat sehingga terlihat tidak bolong.

Lalu, ujung-ujung bambu diikat secara teratur agar tidak rusak ketika mencungkil kulit bambu sebanyak 2 sampai 3 kali.

hasil cungkilan itu diberi greff (pengganjal dawai) dari unjung ke ujung.

Selanjutnya pada bagian tengah ruas bambu dibuat lubang sebagai ruang resonansi, dan di pertengahan dawai juga dipasang kayu tipis sebagai tempat untuk memetik dawai.

Terakhir, bagian tulang sebelah kiri dibuat lubang lagi untuk menciptakan efek vibrator.

2. Rawana Atau Rebana

alat musik rawana

Rawana atau juga dikenal Rebana merupakan alat musik tradisional masyarakat Sulawesi Barat yang termasuk dalam jenis alat musik membranofon.

Membranofon yakni jenis alat musik yang menggunakan kulit atau selaput tipis yang direntangkan sebagai sumber bunyi.

Alat musik Rawana atau Rebana ini dimainkan dengan cara dipukul.

Kehadiran Rawana sebagai alat musik tradisional merupakan kombinasi budaya antara budaya Arab dan budaya Mandar.

3. Pompang

alat musik pompang

Selanjutnya merupakan alat musik tradisional masyarakat Mamasa wilayah Sulawesi Barat.

Alat musik pompang merupakan jenis alat musik tiup, Alat musik tersebut dibuat dari potongan potongan bambu.

Keberadaan ansambel musik Pompang sudah sangat erat melekat dengan kehidupan masyarakat Mamasa Sulawesi Barat.

Alat musik yang berbahan bambu ini digemari masyarakat luas hingga menjadi hiburan alternatif pada upacara adat rambu tuka atau acara acara hiburan dan pesta syukuran.

Sampai saat ini, eksistensi musik Pompang sangat dijaga oleh masyarakat pendukungnya karena sudah menjadi salah satu identitas budaya pada masyarakat Mamasa.

Hal itu dibuktikan pada acara acara budaya yang menampilkan kesenian tradisi, kehadiran musik ini sangat berbeda dengan musik tradisional pada umumnya di masyarakat pesisir.

4. Kecapi Mandar

alat musik kecapi mandar

Kecapi Mandar, Alat musik yang juga dikenal dengan sebutan Kecaping Tobaine ini berasal dari daerah Polewali Mandar.

Alat musik klasik ini hanyalah sebagai penghibur diri dan untuk mengisi waktu senggang.

Namun seiring berjalannya waktu, alat musik ini juga digunakan sebagai pengiring berbagai upacara adat atau acara penting lainnya.

Lagu pengiring yang mengiringi permainan Kecapi Mandar biasanya berupa syair.

Bentuk Kecapi juga berbeda antar yang digunakan laki laki dan perempuan, bentuk Kecapi yang dimainkan perempuan cenderung lebih lengkung

Untuk memainkannya, pemain harus menaikkan kaki kirinya dan mendekatkan kecapi ke dada.

5. Pakkeke (Keke)

pakkeke

Pakkeke (keke) merupakan salah satu alat musik tradisional lain yang berasal dari Mandar, provinsi Sulawesi Barat.

Alat musik Pakkeke ini mempunyai keunikan tersendiri, yakni selain dari bentuknya, Pakkeke juga memiliki bunyi yang khas.

Bahan utama untuk membuat alat musik Pakkeke adalah bambu, dipilih dari bambu yang berukuran kecil yang diujungnya terdapat daun kelapa kering yang dililitkan sebagai pembawa efek bunyi yang dihasilkan oleh alat ini.

Biasanya, alat musik tiup tradisional jenis Pakkeke ini dimainkan di sawah atau ladang milik warga untuk mengisi senggang para petani di tengah pekerjaan mereka.

Zaman telah berubah, sekarang alat musik Pakkeke juga kerap digunakan untuk kepentingan seni pertunjukan yang dikolaborasikan dengan alat musik tradisional lainnya.

6. Calong

calong

Calong termasuk alat musik tradisional Sulawesi Barat yang tergolong kedalam alat musik perkusi.

Nada yang terdapat pada alat musik Calong bersifat pentatonis, atau hanya memiliki empat nada yang tersusun dengan aturan tradisional.

Bahan bahan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah Calong adalah buah kelapa, bambu, dan lidi.

Bilah bilah bambu dirakit sedemikian rupa di atas sebuah kelapa yang telah dibelah menyerupai mangkuk.

Alat musik ini terbuat dari buah kelapa, menghasilkan bunyi seperti marimba namun dengan nada yang kuat dan tinggi.

kelapa tersebut memiliki fungsi sebagai tempat keluarnya suara, sedangkan bilah bambu berfungsi sebagai penghasil nadanya.

Namun, calong Kemudian banyak dimodifikasi sehingga memiliki banyak nada (diatonis).

7. Gongga Lima

gongga lima

Yang terakhir ialah gongga lima, Gongga Lima merupakan sebuah alat musik yang tergolong dalam keluarga idiofon, yaitu jenis alat musik yang bunyinya bersumber dari tubuh alat musik itu sendiri.

Menurut bahasa, alat musik Gongga Lima terdiri dari dua suku kata, yakni Gongga dan Lima. Gongga diberikan arti sebagai alat itu sendiri sedangkan Lima dalam bahasa Mandar adalah Tangan.

Jenis Gongga Lima terdapat diwilayah Balanipa hampir sama dengan alat musik Parappasa dari Gowa Sulawesi Selatan.

Perbedaan Parappasa dengan Gongga Lima bisa dilihat dari penampilan alat itu, dalam pembuatannya bambu dibelah belah kecil yang ukuran bilahannya hampir sama besar dengan pensil hingga dalam penampilannya menyerupai sapu lidi.

Cara memainkannyapun tidak sama dengan Gongga lima, sebab ketika dimainkan alat ini dibenturkan kebenda lain untuk mendapatkan bunyi.

Alat musik ini sering dimainkan oleh para petain dan dahulu alat musik juga sering digunakan untuk kontes perlombaan yang memiliki tujuan untuk hiburan.

 

Terima kasih sudah mau berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel yang lainnya.

Semoga Bermanfaat^_^

Tinggalkan komentar