Kerajinan Dari Serat Alam

kerajinan dari serat alam

Bahan serat ini merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan kita,  sebagai kebutuhan pokok yang tidak bisa lepas. Kita dapat memanfaatkan serat untuk banyak hal seperti membuat tali, kain, kertas, kerajinan serat dan lain nya.

Sebelum kita mengulas lebih jauh tentang kerajinan dari serat ini, ada baiknya kita perlu memahami lebih dahulu pengertian dari serat alam itu. Untuk pengertiannya ada dibawah ini.

Pengertian Serta Alam

Apa sih serta alam itu? Serat kamus bahasa Indonesia ialah material yang perbandingan panjang dan lebarnya besar serta molekul penyusunnya terorientasi terutama ke arah panjang.

Jika dijelaskan maka serat merupakan gabungan dari potongan komponen dan membentuk jaringan memanjang utuh.

Serat juga dikaitkan dengan sayur, buah-buahan, serta tekstil. Serat pada sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk sistem pencernaan makanan. Serat juga sebagai bahan baku tekstil, yakni sebagai bahan baku pembuatan benang.

Serat dikelompokkan menjadi 2 jenis, yakni serat alam dan serat sintetis.

Serat alam merupakan bahan organik yang tidak diolah kembali melalui proses serta tidak ada penambahan bahan kimiawi. Sehingga keasliannya tetap terjaga dan diutamakan dari alam.

Nah, serat alam dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis kelompok, yaitu yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan proses geologis lainnya. Serat jenis alami mempunyai sifat yang sewaktu-waktu dapat mengalami pelapukan.

Sedangkan untuk serat sintetis atau buatan yakni serat yang dibuat oleh manusia yang mempunyai beberapa jenis.

Pengelompokkan Serat Alami

Serat alami meliputi serat yang di produksi dari tumbuhan, hewan, dan proses geologis. Serat jenis alami mempunyai sifat yang bisa mengalami pelapukan.

Serat alami dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis :

  1. Serat selulosa, yaitu serat yang berasal dari tumbuhan.
  2. Serat protein, yaitu serat yang berasal dari hewan.
  3. Serat mineral, yaitu serat yang berasal mineral.

Nah, masing-masing serat tadi mempunyai kriteria serta ciri-ciri yang berbeda.

1. Serat Yang Berasal Dari Tumbuhan (Serat Selulosa)

Serat tumbuhan atau serat pangan umumnya tersusun dari selulosa, semi selulosa, dan terkadang mengandung lignin.

Sifat umum serat yang tersusun atas selulosa yakni mudah menyerap air (higroscopis), mudah kusut, dan jika dilakukan uji pembakaran menimbulkan bau dan arang seperti terbakar.

Contoh dari serat jenis selulosa ini yaitu katun dan kain rami, juga serat tumbuhan digunakan untuk bahan pembuat kertas dan tekstil.

Serat selulosa tersebut dapat berasal dari :

  • Dari batang, seperti serat flax (linen), henep, jute, kenaf, sunn, rami, dan lain-lain.
  • Dari daun, seperti abaca (manilla), henequen, sisal, dan lain-lain.
  • Dari buah, seperti serat serabut kelapa
  • Dari biji, seperti serat kapas dan kapuk

2. Serat Yang Berasal dari Hewan (Serat Protein)

Serat hewan atau yang bisa juga disebut dengan serat protein dapat berbentuk staple atau filament staple yang berasal dari rambut hewan berupa domba, alpaca, unta, cashmer, mohair, kelinci, dan vicuna. Tetapi yang paling sering digunakan ialah wol dari bulu domba.

Serat hewan, pada umumnya tersusun dari protein tertentu. Sifat umum serat protein ialah mudah menyerap air (higroscopis) dibanding serat kapas.

BIla dilakukan uji pembakaran akan menimbulkan abu hitam rapuh mengarang berkerikil, dengan bau pembakarannya seperti rambut yang terbakar, serta nyala apinya cepat terambat.

3. Serat Yang Berasal Dari Mineral (Serat Mineral)

Serat mineral umumnya terbuat dari asbestos, saat ini asbestos adalah satu-satunya mineral yang secara alami terdapat dalam bentuk serat panjang. Selain itu terdapat jenis-jenis serat mineral lain, contohnya seperti :

  • Kaca serat/Fiberglass, dibuat dari kuarsa.
  • Serat logam bisa dibuat dari logam yang duktil seperti tembaga, emas, atau perak.
  • Serat karbon

Jenis Kerajinan Serat Alam Beserta Contohnya

Berikut dibawah ini contoh kerajinan dari serat alam, selamat membaca…

1. Kerajinan Serat Alam dari Eceng Gondok

Dulu tanaman eceng gondok ini sering dianggap sebagai gulma yang mengganggu.

Namun, seiring dengan perkembangannya ilmu serta teknologi, tumbuhan ini perlahan dilirik karena mempunyai potensi meningkatkan kualitas kerajinan Indonesia.

Banyak orang yang tidak mengetahui bila eceng gondok ini bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat sebuah kerajinan.

Contoh produk yang bisa dihasilkan dari tanaman eceng gondok ini, yaitu kerajinan tas.

Selain mudah untuk didapatkan, kamu juga bisa menghasilkan rupiah dari membuat kerajinan tas berbahan eceng gondok tersebut.

Bagaimana cara membuat kerajinan tangan tas dari eceng gondok? Berikut dibawah ini langkah-langkahnya.

Tapi sebelum itu kamu perlu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat tas dari eceng gondok.

Tas dari Eceng Gondok

Alat dan Bahan :

  • Eceng gondok
  • Gunting dan cutter
  • Baskom
  • Bolah jahit dan jarum
  • Air
  • Penggiling

Langkah-Langkah Cara Membuat Tas dari Eceng Gondok :

  1. Langkah pertama yakni pilih eceng gondok dengan panjang sekitar 60 cm.
  2. Kemudian, keringkan eceng gondok tadi di bawah sinar matahari langsung selama satu minggu. Jangan lupa untuk memastikan eceng gondok tadi benar-benar kering.
  3. Setelah itu, ambil eceng gondok yang sudah disiapkan tadi, dan basahi eceng gondoknya. Usahakan supaya air masuk sampai ke dalam pori-pori.
  4. Selanjutnya, tipiskan eceng gondok tersebut dengan cara diletakkan pada bawah kayu dan tarik eceng gondok. Ulangi langkah ini sampai eceng gondok menjadi tipis.
  5. Untuk langkah berikutnya, anyam eceng gondok sampai membentuk anyaman yang lebar dan rapi.
  6. Sebelum memotong dan membentuk anyaman tadi, kamu perlu membuat polanya terlebih dahulu. Buatlah pola tas sesuai dengan bentuk yang kamu inginkan sendiri.
  7. Lalu gunting eceng gondok sesuai dengan pola yang sudah kamu buat tadi.
  8. Jahit eceng gondok tersebut dengan menggunakan benang jahit dengan mengikuti bentuk pola tadi.
  9. Selanjutnya, buatlah cangklongan tas dengan cara mengambil 3 lembar eceng gondok. Kemudian, kepang eceng gondok tersebut hingga ujung.
  10. Jahit dan jadikan satu, tas dan cangklongan tersebut menggunakan benang jahit.
  11. Untuk langkah terakhir, kamu bisa menambahkan berbagai aksesoris dan pernak-pernik untuk menjadikannya terlihat lebih cantik dan menarik.

2. Kerajinan Serat Alam dari Pohon Pisang

Tanaman pisang merupakan tanaman pangan yang tumbuh subur dan sangat berlimpah di Negara Indonesia.

Untuk sebagian orang, pelepah pisang mungkin merupakan sampah. Padahal pelepah pisang ini dapat kita jadikan sebagai benda kerajinan yang unik dan menarik serta mempunyai nilai jual.

Hampir seluruh bagian dari tanaman pisang ini dapat dimanfaatkan, mulai dari buah, batang pohon, serta daunnya.

Manfaat lainnya dari tanaman pisang untuk bagian buahnya dapat membantu memperlancar pembuangan sisa tubuh dalam proses metabolisme.

Nggak hanya itu aja, kandungan polifenol dan zat allantoin di dalam daun pisang dapat membuat peradangan usus kamu berkurang sehingga keluhan disentri yang terjadi juga akan berkurang.

Banyak sekali kerajinan yang dapat di buat dari pelepah pisang ini, contohnya tempat tisu, dompet, lukisan dan juga tempat pensil.

Kerajinan pelepah pisang ini sangat mudah dibuat, apalagi bahannya yang mudah untuk kamu dapatkan.

Buat kamu yang mempunyai banyak peralatan menulis tapi tidak punya tempat dan berantakan.

Membuat tempat pensil dari pelepah pisang adalah ide yang kreatif. Kamu bisa menggunakan pelepah pisang sebagai bahan untuk membuat tempat pensil, tentunya akan lebih unik dan menarik.

Berikut cara membuat tempat pensil dari pelepah pisang. Tapi sebelum itu kita perlu menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu.

Tempat Pensil dari Pelepah Pisang

Alat dan Bahan :

  • Pelepah pisang yang sudah kering
  • Kertas karton (dibuat menjadi berbentuk seperti tabung)
  • Lem fox
  • Gunting
  • Pensil
  • Serta biji-bijian yang akan digunakan sebagai hiasan tempat pensil

Langkah-Langkah Cara Membuat Tempat Pensil dari Pelepah Pisang :

  1. Langkah pertama untuk membuat tempat pensil pelepah pisang, yaitu dengan meyiapkan pelepah pisang. Siapkan pelepah pisang yang sudah kering. Untuk proses pengeringannya cukup mudah, yaitu angin-anginkan saja sampai kering. Kamu harus memastikan pelepah pisang tadi sudah benar-benar mengering.
  2. Setelah kering, tempelkan pelepah pisang di kertas karton yang sudah dibentuk menjadi tabung menggunakan lem fox.
  3. Pastikan jika pelepah pisang sudah menempel dengan sempurna.
  4. Diamkan beberapa saat dan pastikan bila pelepah pisang sudah benar-benar menempel serta lem sudah mengering.
  5. Sesudah tempat pensil kering. Selanjutnya lakukan proses penghiasan menggunakan biji-bijian yang sudah disiapkan. Untuk hiasan sebenarnya dapat menggunakan bahan lain yang sesuai dengan keinginan kamu.
  6. Lalu lumuri tempat pensil menggunakan melamin supaya warnanya bisa lebih mengkilat. Berikutnya kamu hanya tinggal mengeringkan.
  7. Dan tempat pensil baru pun sudah siap digunakan.

3. Kerajinan Serat Alam dari Daun Pandan

Selain bermanfaat sebagai pemberi aroma untuk berbagai macam makanan, daun pandan juga dapat dimanfaatkan sebagai produk kreatif serta inovatif seperti kerajinan tangan.

Adapun beberapa hasil kerajinan tangan dari daun pandan ialah tas, tikar, dompet, dan lain-lain.

Untuk membuat produk bernilai jual, tentu tidak mudah dan tidak boleh sembarangan apalagi asal-asalan dalam proses pembuatannya.

Nah, untuk

Tas dari Daun Pandan

Alat dan Bahan :

  • Daun Pandan
  • Gunting
  • Pewarna
  • Air

Langkah-Langkah Cara Membuat Tas dari Daun Pandan

  1. Bersihkan daun pandan terlebih dahulu dan buang semua duri-duri yang ada.
  2. Potonglah daun pandan sesuai dengan ukuran anyaman, yaitu sekitar 1 hingga 3 cm.
  3. Kemudian, rebus potongan-potongan daun pandan tersebut selama 30 menit. Tujuan dari poses perebusan ini ialah untuk menghilangkan getah yang ada pada daun pandan.
  4. Keringkan daun pandan di tempat yang teduh dan hindari kontak langsung dengan sinar matahari agar daun tidak menggulung.
  5. Diamkan selama kurang lebih 6 jam. Lalu lemaskan dan rendam daun tersebut di dalam air selama 4 jam.
  6. Sekarang, barulah jemur daun pandan di bawah sinar matahari hingga berwarna keputihan.
  7. Warnai daun pandan sesuai dengan warna yang kamu inginkan.
  8. Selanjutnya anyam daun pandan sesuai dengan pola tas yang sudah kamu buat sebelumnya.
  9. Tambahkan beberapa aksesoris atau pernak-pernik supaya terlihat lebih menarik.

4. Kerajinan Serat Alam dari Tanah Liat

 

Souvenir dari Tanah Liat

Alat dan Bahan :

  • Tanah liat
  • Taplak plastik yang memliki motif
  • Gantungan kunci
  • Tusuk gigi
  • Ttutp Kaleng biskuit

Langkah-Langkah Cara Membuat Souvenir dari Tanah Liat :

  1. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan adonan tanah liat dan gepengkan hingga menjadi bentuk lingkaran.
  2. Lalu, tempelkan taplak yang bermotif tadi di atas tanah liat dan tekan supaya menghasilkan motif yang sama pada tanah liat.
  3. Setelah adonan tanah liat memiliki motif di ukiran pinggirnya, buatlah dua lubang kecil di pinggiran lainnya.
  4. Kemudian gunakan mangkok kecil dan letakkan adonan tanah liat tersebut ke dalam mangkok.
  5. Lapisi seluruh bagian mangkok dengan tanah liat sampai menutupi seluruh bagiannya mangkok, sehingga terlihat hasil mangkok tersebut terbuat dari tanah liat.
  6. Untuk hasil yang lebih indah dan menarik kamu bisa menambahkan pewarna cat pada kerajinan ini.

5. Kerajinan Serat Alam dari Serabut Kelapa

Salah satu contoh pemanfaatan serabut kelapa ialah dengan cara membuatnya menjadi kerajinan.

Di Indonesia sendiri, pohon kelapa tumbuh dengan subur, tanaman tersebut sangatlah berguna dan bermanfaat. Dari akar pohon hingaa daun kelapa semuanya sangat berguna serta bermanfaat.

Pohon kelapa bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Mulai dari batang pohonnya, daunnya, hingga buahnya yang biasa dimanfaatkan sebagai keperluan dan kebutuhan pangan manusia.

Tak terkecuali dengan serabut kelapa, serabut kelapa juga bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebuah kerajinan.

Salah satu kerajinan dari sabut kelapa yang kita bahas kali ini adalah vas bunga. Berikut cara membuatnya.

Alat dan Bahan :

Berikut dibawah ini untuk bahan dan alat yang diperlukan dalam membuat vas bunga dari serabut kelapa.

  • Sabut kelapa yang sudah kering
  • Tali ijuk
  • Bor
  • Gunting
  • Pisau
  • Spidol
  • Pisau Besar

Langkah-Langkah Cara Membuat Vas Bunga dari Serabut Kelapa

  1. Untuk langkah pertama, pilih sabut kelapa dari kulit kelapa yang sudah kering. Saat menguliti sabut kelapa usahakan sabut masih tetap terjalin.
  2. Berilah tanda pada bagian atas dan bawah pada setiap belahan dengan menggunakan spidol. Pada bagian ini akan dibor untuk mengikat belahan sabut kelapa sekaligus sebagai tali untuk ikatan pot nantinya.
  3. Borlah pada bagian yang sudah ditandai tadi secara perlahan dan hati-hati.
  4. Kemudian ikat tali ijuk pada setiap lubang sabut kelapa sehingga setiap belahan sabut dapat menyatu. Ikatan dimulai dari luar dan menyilang ke arah dalam sehingga ikatan antar belahan sabut menjadi sangat kuat.
  5. Saat ikatan dalam sudah terbentuk, kini silanglah ikatan pada bagian luar. Lakukan langkah ini pada seluruh bagian sabut. Sehingga terbentuklah satu ikatan kuat dan kulit kelapa yang terpancung pada bagian atas.
  6. Vas dari bahan serabut kelapa telah jadi dan sudah siap untuk digunakan.

6. Kerajinan Serat Alam dari Kulit Jagung

Contoh kerajinan tangan dari serat alami selanjutnya ialah dengan memanfaatkan kulit jagung menjadi kerajinan bunga yang cantik.

Nantinya jika sudah selesai kamu  bisa menempatkannya di ruang tamu, ruang keluarga, kamar atau ruangan lainnya.

Berikut dibawah cara membuat kerajinan bunga dari kulit jagung.

Alat dan Bahan :

  • Kulit jagung (pastikan jika kamu memilih kulit jagung yang sudah berumur sekitar 3 bulan)
  • Kawat
  • Gunting
  • Tempayan sebanyak 5 buah
  • Pewarna atau wantex
  • Lem
  • Plastik berwarna

Langkah-Langkah Cara Membuat Kerajinan Bunga dari Kulit Jagung

  1. Langkah pertama untuk membuat kerajinan bunganya, kamu bisa melepaskan kulit jagung satu persatu dan pilah sesuai lembarannya. Jangan lupa, pisahlah lembaran daun pertama hingga lembaran daun ketiga karena lembaran inilah yang mempunyai kualitas paling baik.
  2. Setelah itu, kulit jagung yang sudah dipisah tadi direbus dengan menggunakan pewarna atau wantex. Proses perebusannya kurang lebih selama 1 jam dan selama perebusan kamu perlu membolak-balik supaya warnanya meresap.
  3. Setelah selesai direbus, selanjutnya lakukan penjemuran. Kulit jagung ditiriskan serta dikeringkan sampai benar-benar kering. Namun, jangan dijemur dibawah sinar matahari karena hal tersebut akan membuat kulit jagung menjadi mudah pecah.
  4. Selanjutnya, kulit jagung yang sudah kering disetrika dengan suhu sedang.
  5. Langkah selanjutnya melapisi kulit jagung menjadi dua sebelum dipola. Tujuan hal ini agar dalam mempola menjadi kelopak bunga menjadi lebih mudah dan tidak mudah robek.
  6. Kulit jagung yang sudah dilapisi tersebut kemudian dipola sesuai bentuk yang diinginkan.
  7. Setelah itu, serut kulit jagung tersebut sesuai dengan lengkungan yang kamu inginkan.
  8. Langkah terakhir yakni merangkai bahan sampai berbentuk bunga.
  9. Bila sudah selesai dirangkai, maka bunga diberi tangkai berupa kawat yang dibalut floral tape.
  10. Sudah jadi, bunga cantik dari kulit jagung sudah selesai.

7. Kerajinan Serat Alam Tembikar

Tembikar merupakan salah satu kerajinan tangan yang bisa kamu buat dengan menggunakan bahan serat alam dan caranya pun terbilang mudah untuk dilakukan.

Beberapa macam contoh kerajinan yang dapat dibuat dari tanah liat :

  • Pot
  • Kendi
  • Piring
  • Celengan
  • Tempayan
  • Gerabah Hiasan
  • Anglo
  • Kuali

Dibawah ini langkah-langkah pembuatannya.

1. Pemilihan Serta Pengambilan Tanah Liat

Pertama yang harus kamu lakukan yakni dengan memilih dan mengambil tanah liat untuk pembuatan kerajinan tembikar.

Caranya yaitu dengan menggali tanah liat secara langsung ke dalam tanah yang memang banyak mengandung tanah liat serta memiliki kualitas terbaik.

Tanah liat yang kualitas bagus biasanya memiliki warna merah coklat atau putih kecoklatan.

Setelah itu, tanah liat yang telah digali tersebut bisa diletakkan di suatu tempat untuk proses persiapan berikutnya.

2. Persiapan Tanah Liat

Tanah liat yang sudah dikumpulkan selanjutnya disiram dengan menggunakan air sampai basahnya merata. Setelah itu didiamkan selama 1 sampai 2 hari.

Selanjutnya, kamu perlu menggiling tanah liat agar lebih rekat. Ada dua cara proses penggilingan, yakni dengan secara manual dan dengan cara mekanis.

Untuk penggilingan dengan cara manual dilakukan dengan cara diinjak-injak sampai tanah liat menjadi ulet dan halus.

Sedangkan untuk cara mekanis dilakukan dengan cara menggunakan mesin penggiling. Namun, hasil terbaik yang akan didapatkan nantinya ialah dengan menggunakan cara manual.

3. Proses Pembentukan

Setelah melewati tahap proses pengilingan, maka selanjutnya tanah liat sudah bisa dibentuk sesuai dengan pola yang kamu inginkan.

Ada banyak ragam bentuk serta desain yang bisa kamu hasilkan dari tanah liat ini karena memang mudah untuk dibentuk.

Biasanya para pengrajin gerabah menggunakan kedua tangannya dalam membentuk tanah liat. Sedangkan kedua kakinya digunakan untuk memutar perbot (alat pemutar).

Kekompakan gerak dan konsentrasi penuh sangat diperlukan dalam proses pembentukan ini nantinya.

Untuk alat-alat yang digunakan pada proses pembentukan ini yaitu :

  • Perbot (alat pemutar0
  • Alat pemukul
  • Batu bulat
  • Kain kecil
  • Air secukupnya

4. Penjemuran

Jika bentuk akhir dari tanah liat sudah terbentuk, maka langkah berikutnya ialah dengan melakukan penjemuran.

Sebelum melakukan penjemuran, gerabah yang sudah lumayan mengeras dapat dihaluskan terlebih dahulu menggunakan air dan kain kecil kemudian di batik dengan memakai batu api.

Barulah gerabah dijemur di bawah cahaya matahari sampai benar-benar kering. Untuk lama waktu penjemuran dapat disesuaikan dengan cuaca dan panas matahari.

5. Pembakaran

Gerabah tersebut lalu dibakar dalam tungku selama beberapa jam hingga menjadi keras. Proses ini dilakukan agar gerabah betul-betul mengeras serta tidak mudah pecah.

Untuk bahan bakar yang digunakan pada proses pembakaran ini seperti :

  • Jerami kering
  • Daun kelapa kering
  • Kayu bakar

6. Penyempurnaan

Pada proses penyempurnaan ini, gerabah sudah bisa dicat dengan menggunakan cat khusus agar terlihat indah dan lebih menarik, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Kerajinan Bantal dari Bahan Kapuk

Kerajinan dari bahan serat alam yang terakhir ialah bantal dari kapuk. Banyak orang lebih menyukai bantal dari bahan kapuk dibandingkan dengan bantal dari bahan busa.

Selain harganya yang murah, bantal dari kapuk juga lebih awet untuk dipakai. Mempunyai fungsi sebagai benda pakai.

 

Setiap kerajinan yang dibuat pastinya mempunyai nilai seni dan keunikan tersendiri. Masing-masing kerajinan mempunyai ciri khasnya sendiri. Mulai dari bahan hingga cara pembuatannya.

Mungkin itu saja pembahasan kita untuk kerajinan dari serat alam. Jika ada kesalahan atau kekeliruan dari informasi artikel diatas kamu bisa komen di bawah.

Jangan lupa juga untuk share artikelnya, semoga bermanfaat.

Kerajinan dari Batok Kelapa

bangayas
10 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!