√ Macam Macam Alat Musik Tradisional Aceh

Alat Musik Tradisional Aceh – Selamat datang, sebelumnya terima kasih sudah mau mampir di website bangayas.com

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang alat musik tradisional aceh.

Berikut dibawah ini penjelasan sejumlah alat musik tradisionalnya.

Aceh

Aceh pertama dikenal dengan nama Aceh Darussalam (1511-1959), kemudian Daerah Istimewa Aceh (1959-2001), Nanggroe Aceh Darussalam (2001-2009), dan terakhir Aceh (2009-sekarang).

Aceh (Nanggroe Aceh Darusslam) merupakan sebuah provinsi yang berada di indonesia yang ibu kotanya berada di Banda Aceh.

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang diberi status sebagai daerah istimewa dan juga diberi kewenangan otonomi khusus.

Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatra dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia.

Hasil sensus Badan Pusat Statistik tahun 2019, jumlah penduduk provinsi aceh sekitar 5.281.891 Jiwa.

Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat malaka di sebelah timur, dan Provinsi Sumatra utara di sebelah tenggara dan selatan.

Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan juga memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara.

Pada awal abad ke-17, kesultanan Aceh adalah negara terkaya, terkuat, dan termakmur di kawasan Selat Malaka.

Sejarah Aceh diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap kendali orang asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia.

Persentase penduduk Muslimnnya adalah yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai Syariat Islam.

Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak bumi dan gas alam.

Alat Musik Tradisional Aceh

Macam macam jenis alat musik tradisional aceh:

  1. Arbab
  2. Bangsi Alas
  3. Bereguh
  4. Canang
  5. Celempong
  6. Geundrang
  7. Serune kalee
  8. Rapai
  9. Tambo
  10. Teganing

Berikut dibawah ini mengenai penjelasannya.

1. Arbab

 

 

alat musik tradisional

Arbab adalah alat musik tradisional yang biasanya digunakan dalam acara pertunjukan hiburan rakyat

Alata musik tradisional arbab termasuk dalam kategori alat musik gesek. Alat musik arbab memiliki dua bagian yakni yang pertama ialah instrumen induk dan yang Kedua adalah penggeseknya.

Bentuk alat musik ini sederhana, alat musik gesek ini menggunakan bahan dari alam, seperti tempurung kelapa, kulit hewan dan kayu dalam pembuatannya.

Dulu alat musik arbab berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar & Aceh Barat.

2. Bangsi Alas

alat musik bangsi alas

Bangsi alas merupakan alat musik tiup tradisional khas Lembah Alas di Kabupaten Aceh Tenggara.

Bangsi adalah jenis alat musik tradisional Aceh yang memiliki panjang sekitar 41 cm dan berdiameter sekitar 2,8 cm sampai 3 cm.

Terdapat 7 lubang di alat musik ini yakni, 6 lubang di antaranya merupakan lubang nada, 1 lubang lainnya adalah lubang udara.

Instrumen alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi Tarian Landok Alun, tari rakyat tentang kegembiraan petani dari Desa Telangat Pangan.

3. Bereguh

alat musik bereguh

Bereguh merupakan alat musik trasdisional khas asal aceh. Sama halnya dengan alat musik Bangsi, Bereguh merupakan alat musik tiup.

Bereguh terbuat dari tanduk kerbau yang telah diolah.

Bereguh biasanya digunakan untuk alat berkomunikasi antar masyarakat Aceh pada zaman dulu. Bereguh tersebar di beberapa daerah seperti Pidie, Aceh utara dan Aceh besar

Suara yang dihasilkan tergantung dari kekuatan nafas dan teknik yang digunakan oleh peniup dalam memainkannya.

4. Canang

alat musik canang

Alat musik canang dimainkan dengan cara dipukul, alat musik ini dikenal dengan sebutan Canang Trieng.

Canang adalah sejenis gong kecil, Jika umumnya gong digantung, maka canang di letakkan di lantai.

Alat musik tradisional ini bisa dijumpai di masyarakat Gayo, Tamiang, dan Alas. Canang biasanya digunakan untuk suatu keperluan sosial atau sebagai instrumen pengiring tarian

5. Celempong

alat musik tradisional aceh

Selanjutnya adalah alat musik khas aceh yang bernama Celempong.

Instrumen musik tradisional khas Kabupaten Aceh Tamiang diperkirakan telah telah berusia lebih dari 100 tahun.

Celempong terdiri dari serangkaian 5-7 potong kayu sepanjang 5-7 cm dengan lebar 6-8 cm. kayu yang biasa digunakan ialah Tampun sengkuyung

Celempong dimainkan dengan cara dipukul.

6. Geundrang

geundrang

Berikutnya adalah alat musik khas aceh yang bernama geundrang. Bentuknya silinder dengan panjang 40-50 cm dan berdiameter 18-20 cm.

Cara memainkan alat musik ini dengan cara dipukul dengan telapak tangan atau alat pemukul, pemukul geundrang terbuat dari kayu yang ujungnya sedikit bengkok dan pipih.

Geundrang terbuat dari kulit nangka, kulit kambing atau kulit sapi yang tipis, dan ditambah dengan rotan pengikat.

Geundrang banyak dijumpai di daerah Aceh besar dan di pesisir Aceh seperti Pidie dan Aceh utara.

7. Serune Kalee

serune kalee

Alat musik tradisional Aceh ini berbentuk seperti terompet yang memanjang dengan ujung yang melebar.

Serune Kalee dimainkan dengan cara ditiup.

Serune berarti serunai atau seruling, sedangkan Kalee merujuk pada nama desa di Laweung, Kabupaten Pidie.

Serune kalee digunakan untuk acara acara tradisional seperti penyambutan tamu, acara nikahan, atau acara hiburan.

8. Rapai

rapai

Rapai adalah alat musik perkusi khas Aceh yang dimainkan dengan cara dipukul dengan tangan. Rapai mirip dengan rebana.

Rapai merupakan instrumen musik yang dibuat dari kayu dan kulit ternak.

Kehadiran alat musik ini di Aceh dibawa oleh penyiar Islam dari Baghdad (Irak) oleh Syekh Rifai.

Alat musik ini biasa dimainkan dengan 8 – 12 orang pemain, alat musik rapai berfungsi untuk mengatur tempo permainan bersama dengan Serune Kalee.

Lebih bagus bila dimainkan secara berkelompok seperti marawis.

9. Tambo

alat musik tambo

Berikutnya adalah alat musik khas aceh yang bernama Tambo, Tambo dimainkan dengan cara dipukul.

Tamboh terbuat dari batang iboh, kulit sapi, dan rotan sebagai alat peregang kulitnya.

10. Teganing

alat musik teganing

Dan yang terakhir ialah alat musik khas aceh yang bernama Teganing. Teganing merupakan alat musik tradisional dari masyarakat Gayo khususnya di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Teganing biasanya dimainkan untuk musik pengiring tarian Gayo.

Terbuat dari bambu yang diberi lubang memanjang dengan menoreh memanjang tempat tali sebanyak 3 buah dan tidak boleh terputus/terpisah dari bambunya.

Bermain Teganing dengan memukulnya dengan tongkat (pemukul) ke tali dengan tangan kanan dan tangan kiri memukul tubuh.

 

Itulah beberapa alat musik tradisional asal aceh, untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang alat musik khas daerah lainnya baca di guratgarut.com

Terima kasih sudah mau mampir dan jangan lupa untuk membaca artikel yang lainnya.

Semoga bermanfaat^_^

Tinggalkan komentar