Tanaman Buah Dalam Pot

tanaman buah dalam pot

Kali ini bangayas akan membahas tentang tanaman buah yang ditanamn di dalam pot. Apa sih tabulampot itu?

Nah, tabulampot merupakan teknik menanam tanaman buah di dalam pot, biasanya banyak diterapkan orang-orang ketika tidak mempunyai lahan yang cukup luas untuk menanam tanaman.

Bagi kamu yang ingin menanam tapi mempunyai kendala dengan lahan yang terbatas atau sempit, tabulampot ini bisa kamu jadikan solusi.

Berikut dibawah ini merupakan fakta-fakta menarik tentang tanaman buah dalam pot.

Fakta Tanaman Buah Dalam Pot Atau Tabulampot

Berikut dibawah ini fakta-fakta manarik tentang tanaman buah dalam pot.

1. Tidak Perlu Lahan Yang Luas

Untuk kamu yang mempunyai pekarangan rumah yang tak begitu luas atau sempit, terutama untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan.

Kamu tak perlu khawatir, sekarang lahan sempit bukanlah halangan untuk bercocok tanam.

Nggak cuma membutuhkan lahan yang sedikit, tabulampot juga dapat dipindah-pindah dengan mudah. Kamu bisa memindahkan pot sesuka hati tanpa harus khawatir akan merusak tanaman. Tetapi, tetap harus memperhatikan lokasi tabulampot agar terpapar cahaya sinar matahari yang cukup setiap harinya.

2. Tak Semua Tanaman Buah Dapat Tumbuh Dengan Baik

Walaupun teknik tabulampot memungkinkan kita untuk menanam segala jenis tanaman buah yang langka maupun yang kita inginkan.

Namun perlu kamu pahami lebih lanjut bahwa tidak semua tanaman buah dapat tumbuh dengan baik di dalam pot.

Meskipun semua jenis tanaman buah sebenarnya bisa kamu tanam dengan metode tabulampot, tapi gak semuanya bisa tumbuh dan berbuah secara optimal.

Hal tersebut dikarenakan setiap jenis tanaman mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Beberapa jenis tanaman, seperti durian, sulit berbuah jika ditabulampotkan karena kurang cocok tumbuh di tempat yang sempit.

Saat memilih tanaman untuk tabulampot, beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan ialah luas pekaranganmu dan karakteristik tanaman yang kamu pilih.

Nah, kalau kamu ingin menanam jenis tanaman yang berdahan besar seperti durian, mangga, atau alpukat, kamu tentu membutuh pekarangan yang lebih luas tentunya.

3. Dapat Dijadikan Sebagai Hiasan Rumah

Mempunyai tabulampot di rumah dapat menjadi nilai estetika tambahan. Tabulampot juga dapat menjadi pelindung dari sinar matahari secara langsung.

4. Berbuah Dengan Cepat

Proses pertumbuhan suatu tanaman terdiri atas dua fase yakni vegetatif dan generatif. Fase vegetatif meliputi pertumbuhan daun, batang, dan akar. Sedangkan fase generatif meliputi pembungaan dan pembuahan.

Kalau kamu menanam tanaman buah dalam pot, fase pertumbuhan vegetatif dapat lebih pendek dan merangsang fase pertumbuhan generatifnya.

Meski cepat berbuah, sayangnya buah tabulampot umumnya tak selebat seperti pohon yang ditanam di tanah. Ini karena ukuran tanaman buah di pot tidak sebesar tanaman yang ditumbuhkan di tanah. Tanaman tabulampot biasanya dipangkas sehingga tanaman tetap pendek.

5. Membutuhkan Perawatan Lebih

Perawatan tanaman tabulampot tentu berbeda dengan tanaman yang langsung ditumbuhkan di tanah.

Konsumsi kebutuhan tanaman tabulampot berbeda karena jika di tanah tanaman dapat mencari langsung unsur hara di tanah, sedangkan tabulampot hanya sebatas yang berada di dalam pot.

Konsumsi kebutuhan tanaman untuk pertumbuhan tergantung pada perawatan yang diberikan.

Beberapa jenis perawatan tabulampot yang perlu kamu lakukan, antara lain penyiraman, pemupukan, pemangkasan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Walau terkesan rumit, tapi sebenarnya perawatan tabulampot tergolong mudah. Asalkan syarat tumbuhnya bisa kamu penuhi, tanaman buah akan tumbuh dengan subur dan berbuah lebat.

Tips Menanam Tanaman Buah Dalam Pot

Sebelum kamu memutuskan untuk menanam tanaman buah dalam pot, ada baiknya simak tips-tips di bawah ini untuk memahami bagaimana cara menanam dan merawat tabulampot dengan baik. Berikut dibawah ini tips-tipsnya.

1. Memilih Bibit

Hampir sama seperti memilih bibit pada umumnya. Kamu perlu memperhatikan terlebih dahulu jenis bibit yang bisa tumbuh dengan baik di daerahmu serta memperhatikan syarat tumbuh tanaman buahnya.

Pemilihan bibit tanaman buah disesuaikan dengan karakteristik lingkungan di rumah kamu. Contohnya jika berada di dataran rendah maka jangan memilih tanaman buah yang hidup di dataran tinggi.

Contoh tanaman buah yang bisa ditanam di dalam pot antara lain ialah jeruk, lemon, jambu biji, buah tin, sawo, semangka, melon, nanas, strawberry, blueberry, srikaya, apel, alpukat, belimbing, buah naga, tomat, dan delima.

2. Media Tanam

Siapkan media tanam sebagai sarana tumbuh dari akar tanaman buah. Media tanam tersebut terdiri dari pupuk kompos, tanah, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1.

Jika tidak, kamu dapat menggunakan media tanam lain seperti tanah, sekam, atau pupuk kambing dengan komposisi 1:1:1.

Kemudian, siapkan pot yang terbuat dari tanah, kayu, logam, atau semen. Untuk ukuran tabulampot ialah sekitar 40 hingga 60 cm.

Untuk pupuk tanaman, ada juga pupuk vetsin dengan macam-macam manfaatnya.

3. Menanam Bibit

  1. Sediakan media tanam dan ayak beserta buang batu yang tercampur di dalamnya, aduk dan ratakan.
  2. Sediakan pot yang berukuran kecil pada awal penanaman, lalu diganti ketika tanaman sudah mulai terlihat tumbuh besar.
  3. Letakkan pecahan genting di dasar pot dan lapisi dengan sabut kelapa atau ijuk. Barulah kamu bisa mengisi dengan media tanam yang sudah dicampur tadi.
  4. Untuk mengurangi penguapan, kamu perlu memotong beberapa daun dan batang serta membuka polybag dan meletakkannya ke dalam pot.
  5. Letakkan di bagian tengah, padatkan media tanam, sehingga kuat.
  6. Siram dengan air secukupnya dan letakkan tabulampot di area sejuk.
  7. Setelah 7 hari, kamu bisa memindahkan tabulampot ke area dengan paparan cahaya matahari secara langsung.

4. Perawatan Tabulampot

  1. Kamu harus menyiram tanaman buah dalam pot tadi setidaknya 2 hari sekali atau sehari sekali. Kamu dapat menyiramnya di pagi dan sore hari. Saat musim hujan, sebaiknya kamu menyiramnya saat tanah terlihat kering saja.
  2. Kamu juga harus rutin memberi pupuk pada tabulampot. Setelah satu bulan penanaman, kamu bisa memberinya pupuk. Selanjutnya, kamu bisa melakukan pemupukan selama empat bulan sekali.
  3. Pemangkasan daun tetap harus dilakukan untuk merangsang pertumbuhan bunga dan kemudian dapat berbuah. Pemangkasan ini juga berguna supaya mengurangi penyakit pada tabulampot.
  4. Kamu harus membersihkan gulma yang biasanya tumbuh di sekitar tabulampot. Karena dapat menjadi sumber penyakit. Bila tabulampot sudah terjangkit hama, kamu bisa membersihkannya langsung atau menggunakan pestisida organik.

Contoh Tanaman Buah Dalam Pot Yang Cepat Berbuah

Untuk bercocok tanaman itu kamu tidak butuh area yang luas. Kita bisa melakukannya di dalam ruangan maupun area yang kecil. Cukup dengan media pot, media tanam yang subur, dan bibit tanaman yang berkualitas, dan buah-buahan pun bisa kamu tanam di rumah.

Berikut contoh tanaman-tanaman apa saja yang cepat tumbuh dan berbuah di dalam pot.

1. Stroberi

Buah stroberi merupakan tanaman yang paling banyak diminati oleh pecinta berkebun karena akan kemudahan proses penanaman serta waktu panen yang singkat.

Hal ini dikarenakan buah-buahan yang berukuran kecil memang tidak terlalu membutuhkan tempat besar untuk cepat masak.

Banyak disukai anak-anak dan orang dewasa, stroberi paling sedap saat disajikan sebagai kudapan buah yang dingin.

Pot yang dipakai dianjurkan berukuran sedang dengan diameter minimal 15 cm dan diisi dengan tanah yang gembur.

2. Tomat

Tanaman buah yang cepat berbuah selanjutnya ialah tomat, cara menanam tanaman buah dalam pot ini juga cukup mudah.

Hanya dibutuhkan waktu tiga bulan dengan menyebarkan benih tomat pilihan di media tanam berupa pot atau polybag.

Buah tomat dapat tumbuh dalam segala macam pot dengan ukuran yang berbeda, tergantung berapa banyak tomat yang tumbuh dalam satu media penanaman.

Untuk menanam tomat, kamu bisa memulainya dari biji atau bibit.

Supaya lebih kuat serta umurnya lama, berikan penyangga agar tanaman buah dalam pot ini tumbuh subur dan tetap tegak. Jangan lupa juga lakukan penyiraman dan dipangkas tunas barunya.

3. Jeruk Nipis

Jeruk nipis mempunyai banyak khasiat bagi kesehatan manusia dan tentunya akan sangat menguntungkan bila kita bisa menanamnya di pekarangan rumah.

Tanam bibit jeruk nipis pada pot dan lakukan penyiraman setiap sore dengan kadar air yang sewajarnya.

Jangan lupa untuk lakukan pemupukan dan pembersihan tangkai jeruk nips secara rutin karena jenisnya yang lebih rentan terhadap hama.

4. Jambu Biji

Pohon jambu biji biasanya di tanam di pekarangan luas karena ukuran pohonnya yang tinggi dan besar. Tetapi apakah kamu tahu kalau sekarang kamu sudah bisa menanamnya dalam pot?

Caranya cukuplah mudah, kamu hanya perlu menanam bibit jambu biji yang dihasilkan dari proses okulasi selama kurang lebih 4 bulan pada pot yang berukuran medium.

Akar dan batang jambu biji cukup panjang serta tebal, jadi pastikan juga pot yang kamu pakai cukup kuat untuk menahan beban pohon jambu bijinya.

Jambu biji juga sangat dianjurkan untuk ditanam dengan cara generatif atau dari biji, dibandingkan dengan cara vegetatif atau cangkok.

 

Nah untuk kalian yang ingin membeli bibit tanaman buah, kebetulan bangayas juga menjual bibit tanaman buah, kamu bisa klik disini.

Mungkin itu saja fakta dan tips untuk menanam tanaman buah dalam pot. Jika ada kesalahan atau kekeliruan untuk informasi diatas kamu bisa komen dibawah.

Dan jangan lupa untuk share artikel ini sebagai wawasan tambahan saja, semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!